Login Form

Profile

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahir rahmanir rahim.

Inilah PESAN AYAHANDA kepada anakanda Anom, Aini, Ailin dan Ayu. 

Ayahanda tidak dapat menasihati anakanda sepenuhnya. Cepat benar anakanda dewasa dan terpisah daripada ayahanda. Semoga anakanda semua menjadi anak-anak soleh, dan tidak putus-putus mendoakan kesejahteraan ayahanda dan bonda apabila kami sudah berada dalam kubur.

Aayahanda takut pada hukuman Allah subhanahu wa ta'ala. Oleh itu ayahanda sampaikan ajaran al-Quran dalam Surah Luqman: ayat 14 - 19.

14. Nabi Luqman as berkata kepada anakandanya, "Wahai anakanda, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah suatu kezaliman besar pada dirimu," dan

15. Firman Allah "Aku perintahkan manusia supaya berbuat baik kepada ayahanda dan bonda mereka. Bonda kamu mengandungkan kamu, beban kandungannya semakin hari semakin bertambah berat, dan kemudian menyusui kamu selama dua tahun. Bersyukurlah kamu kepada Aku dan kepada kedua ayah dan bonda kamu. Hanya kepada Akulah kamu kembali."

16. Nabi Luqman as berkata, "Wahai anakanda, apabila ada sesuatu perbuatan baik anakanda seberat biji sawi sekalipun, dan walaupun ia berada di dalam batu, atau di atas langit, atau di dalam bumi, nescaya Allah membalas kebaikan anakanda itu. Ini adalah kerana Allah itu Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

17. "Wahai anakanda, dirikanlah solat, dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik, dan cegahlah mereka daripada melakukan perbuatan mungkar. Dan bersabarlah anakanda terhadap apa kesusahan yang menimpa anakanda. Semuanya itu adalah perkara-perkara yang dirancangkan oleh Allah." 

18. "Janganlah anakanda sombong dan memandang hina kepada manusia lain. Dan janganlah anakanda berjalan di atas muka bumi dengan angkuh. Allah tidak menyukai orang-orang sombong dan angkuh." Dan.

19. "Oleh sebab itu, sederhanakanlah perilaku anakanda apabila berjalan di bumi Allah ini, dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keldai."


Anom, Ayu, Aini & Ailin (2009)

Galeri

Pennicuik 1970 and 1989

The cottage we stayed in when ayahanda was studying for a doctorate degree in linguistics in Edinburgh University under Professor Sir John Lyons.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Our cottage on Milton Bridge. 

Pennicuik is located 15 miles south of Edinburgh.

Dalam hati nurani ayahanda, ayahanda adalah anak kampung. Sekalipun British Council menempatkan ayahanda, bonda dan Anom di sebuah apartment di Morningside, dalam bandaraya Edinburgh, ayahanda masih mencri persekitaran kampung.

Kami perlu memasang api daripada batu arang bagi memanaskan ruang tamu dan bilik tidue. Tetapi hidup di sini lebih aman dan tenang.

There was only a one-street town, a post lady, a grocery shop, and a milkman that arrived every morning to bring your fresh supply of milk. But, if you forgot to put your empty bottle outside the door with a milk token, then there will be no milk for the day.

And there was plenty of snow for Anom.

Making coffee is simple. Pour the whole bottle into the pot, heat it to boil, then add coffee powder and sugar to your taste. Memang lazat.

When we went back in summer 1988, the cottage was still standing there. Mr. Bothwick was still residing next door and single. But Patrick and Janet and Jane have moved to reside in York. Patrick became a lecturer in the Department of Linguistics, University of York and Janet a job in the Library. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

And of course there were Ailin and Ayu as additions. Nyah was in TKR, Chor was somewhere outside the  photo. Ayahandda was taking the snapshot.

What is the difference: rental was 29 pounds sterling a month then, but 28 pounds a week in 1988!